Sabtu, 26 Mei 2012

TUGAS 3 : NERACA PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA - AMERIKA


1.         NERACA PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA - AMERIKA

Neraca Perdagangan (Balance of Trade) merupakan bagian panting dari Neraca Pembayaran (Balance of Payment) yang merupakan ringkasan laporan rugi laba dari arus keluar-masuk barang, jasa dan asset-aset dalam suatu perekonomian selama kurun waktu tertentu, maka untuk dapat mengetahui bagaimana hubungan perdagangan luar negeri Indonesia-Amerika akan dianalisis hubungan ekonomi kedua negara tersebut dengan menggunakan data neraca perdagangannya.
Data pada tabel berikut inl adalah data perdagangan barang Amerika Serikat (ekspor, impor dan serisih) dengan Indonesia dalam juta dolarA.S. selama 12 tahun dari tahun 1997-2008.

Table 1
Trade in Goods (Imports, Exports
and Trade Balance) with Indonesia
All figures are in millions of U.S. dollars

No
Year
Exports
Imports
Balance
1
1997
4.522,20
9.188,30
-4.666,10
2
1998
2.299,10
9.340,70
-7.041,60 -7.487,10 -7.965,20
3
1999
2.038,40
9.525,50
4
2000
2.401,70
10.366,90
5
2001
2.520,50
10.103,50
-7.583,00
6
2002
2.555,80
9.643,40
-7.087,60
7
2003
2.516,40
9.515,10
-6.998,70
8
2004
2.671,40
10.810,50
-8.139,10
9
2005
3.053,90
12.014,30
-8.960,00
10
2006
3.078,50
13424,70
-10.346,20
11
2007
4.234,80
14.301,30
-10.066,40
12
2008
5.913,10
15.799,00
-9.885,90 -96.226,90
Total
37.805,80
134.033,20

Sumber: Diolah dari U.S. CENSUS BUREAU, FOREIGN TRADE

Tabel 1 di atas merupakan neraca perdagangan Amerika yang memuat catatan transaksi perdagangan Amerika-Indonesia (ekspor, import, dan selisih) selama kurun waktu 12 tahun dari periode 1997-2008 yang bersumber dari U.S. Census Bureau, Foreign Trade. Untuk membaca tabel neraca perdagangan Amerika di atas, bagi Indonesia adalah sebaliknya. Artinya bila ekspor bagi Amerika maka itu berarti impor bagi Indonesia. Begitu pula impor bagi Amerika, maka bagi Indonesia adalah ekspor.
Berdasarkan Neraca Perdagangan (Balance of Trade) Amerika di atas, nilai ekspor barang Indonesia ke Amerika Iebih besar daripada nilai impor barang Indonesia dari Amerika. Bagi Indonesia, Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan dengan Amerika (ekspor > impor). Sedangkan bagi Amerika sebaliknya. Artinya Amerika mengalami defisit perdagangan dengan Indonesia.
Total nilai impor barang Indonesia dari Amerika selama periode 1997­2008 sebesar 37.805,80 juta dolarA.S. dan total nilai ekspor barang Indonesia ke Amerika selama periode 1997-2008 sebesar 134.033,20 juta dolarA.S. Secara rata-rata impor barang Indonesia dad Amerika selama periode 1997-2008 sebesar 3.150,48 juta dolar A.S dan rata-rata ekspor barang Indonesia ke Amerika selama periode 1997-2008 sebesar 11.169,43 juta dolarA.S.
Pada masa sebelum terjadinya krisis ekonomi di Indonesia, nilai ekspor barang Indonesia dari Amerika pada tahun 1997 mengalami kenaikan sebesar 545,40 juta dolarA.S. atau naik sebesar 13,71 % daripada tahun 1996. Di saat masa krisis ekonomi terjadi di Indonesia pada tahun 1997 ke tahun 1998, impor barang Indonesia dari Amerika mengalami penurunan sebesar 2.223,10 juta dolarA.S. atau turun sebesar 49,16% daripada tahun sebelumnya.
Nilai impor barang Indonesia dari Amerika yang tertinggi terjadi pada tahun 2008 sebesar 5.913,10 juta dolarA.S. dan yang terendah terjadi pada tahun 1999 sebesar 2.038,40 juta dolarA.S. Nilai impor barang Indonesia dari Amerika yang tertinggi terjadi pada masa peristiwa krisis keuangan melanda Amerika. Sementara impor barang Indoensia dari Amerika yang terendah terjadi masa krisis ekonomi melanda Indonesia yaitu tahun 1999.
Tabel di atas menjelaskan bahwa total nilai impor barang Indonesia dari Amerika sebesar 37.805,80 juta A.S. Iebih kecil dibandingkan dengan ekspor barang Indonesia keAmerika sebesar 134.033,20 juta dolarA.S. Dengan kata lain, Indonesia lebih banyak menjual barang ke Amerika daripada menerima barang dari Amerika. Bagi Indonesia, karena ekspor barang Indonesia ke Amerika lebih besar daripada impor barang Indonesia dari Amerika, maka Indonesia mengalami surplus perdagangan (ekspor > impor) dengan Amerika sebesar 96.226,90 jut dolarA.S.
Dad sisi Amerika, Amerika Iebih sedikit menjual (mengekspor) barang ke Indonesia sebesar 3.150,48 juta dolarA.S. dibandingkan dengan Amerika membeli (mengimpor) barang dari Indonesia sebesar 134.033,20juta dolarA.S. Bagi Amerika, karena ekspor barang Amerika ke Indonesia (bagi Indonesia berarti impor) lebih kecil daripada impor barang Amerika dari Indonesia (bagi Amerika berarti ekspor) dari Amerika, maka Amerika mengalami defisit perdagangan (ekspor < impor) dengan Indonesia.

2.         KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
2.1       Kesimpulan
Indonesia selama periode 1997-2008 telah berhasil menjual atau mengekspor barang Indonesia ke Amerika sebesar total nilai 134.033,20 juta dolarA.S. Sementara Indonesia hanya membeli atau mengimpor barang dari Amerika selama periode 1997-2008 sebesar 37.805,80 juta dolar A.S. Perbandingan nilai antara ekspor barang Indonesia ke Amerika dengan impor barang Amerika ke Indonesia iebih besar nilai ekspor barang Indonesia ke Amerika daripada Indonesia mengimpor barang dari Amerika. Bagi Indonesia, itu berarti Indonesia mengalami surplus perdagangan (ekspor e" impor) dengan Amerika selama periode 1997-2008 sebesar nilai total 96.227,40 juts dolar A.S.
Hubungan perdagangan barang antara Indonesia - Amerika selama periode 1997-2008 memberikan keuntungan bersama kepada masing-masing negara. Oleh karena itu hubungan kerja-sama ekonomi Indonesia-Amerika saling membutuhkan. Di satu sisi Indonesia dapat menjual atau mengekspor barang­barang Indonesia ke Amerika. Di sisi yang lain Amerika juga dapat menjual barangnya ke Indonesia yang bagi Indonesia adalah impor barang Amerika.
Amerika merupakan salah satu pasar utama barang produk Indonesia. Amerika sebagai pasar utama barang produk Indonesia mengandung anti menjalin hubungan kerja-sama ekonomi dengan Amerika lebih memberikan keuntungan bagi Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia merasa perlu untuk menjaga keharmonisan hubungan Indonesia-Amerika karena neraca perdagangan Indonesia-Amerika membuktikan bahwa Indonesia memperoleh surplus perdagangan dengan Amerika sebesar 96.226,40 juta dolarA.S. selama kurun waktu 1997-2008.
Rata-rata tingkat pertumbuhan ekspor barang Indonesia ke Amerika selama periode 1997-2008 sebesar 5%. Rata-rata tingkat pertumbuhan impor barang Indonesia dari Amerika selama kurun waktu 18 tahun sebesar 2%. Itu artinya rata-rata tingkat pertumbuhan ekspor barang Indonesia ke Amerika lebih besar 3% daripada rata-rata tingkat impor barang Indonesia dari Amerika. Sementara rata-rata tingkat pertumbuhan surplus perdagangan Indonesia dengan Amerika sebesar 6% selama periode 1997-2008.
Indonesia memperoleh manfaat langsung dari hubungan dagang dengan Amerika dalam konteks selalu mengalami surplus perdagangan.

2.2       Rekomendasi
Neraca perdagangan Indonesia-Amerika selalu menunjukkan bahwa Indonesia selalu mengalami surplus perdagangan dengan Amerika karena nilai ekspor barang Indonesia ke Amerika, daripada impor barang dari Amerika. Sebagai konsekuensi logisnnya, Indonesia harus bersikap tetap menjaga hubungan internasional khususnya dengan Amerika Serikat secara sating menghargai dan sating memberikan manfaat di dalam kebijakan luar negeri Indonesia.
Sementara usaha-usaha meningkatkan cadangan devisa harus diupayakan secara maksimal dengan cara di antaranya meningkatkan ekspor dan mengurangi impor balk secara volume maupun pangsa pasar serta menggalakkan diversifikasi ekspor.
Kendati Amerika masih tetap menjadi pasar utama ekspor Indonesia, alternatif pasar baru harus menjadi target perdagangan Indonesia di kemudian hari. Pasar baru ini akan melahirkan keanekaragamkan komoditi ekspor baru.